Jumat, 12 Juni 2015

Review Ayat-Ayat Adinda, Inilah Cara Bikin Orang Tua Bangga


Pertama kali melihat trailer-nya, Ayat-Ayat Adinda langsung membuat saya tertarik untuk menyaksikannya. Di samping ini adalah drama religi yang berkisah tentang tekad seorang anak untuk membuat orang tuanya bangga, saya semakin berminat untuk nonton karena pemeran utamanya, Adinda (Tissa Biani), manis banget.

Keluarga Adinda memang bukan orang berada, bahkan dianggap sesat oleh penduduk sekitar. Berlatar belakang pada era reformasi di mana banyak aliran agama Islam yang dianggap sesat dan penganutnya diusir dari tempat tinggal mereka. Itulah yang membuat sang ayah (Surya Sapurta) dan ibunya (Chintya Lamusu) sangat berhati-hati dalam bertindak.

Kisah yang diceritakan pada film yang produksi MVP Pictures, Studio Denny JA dan Mizan Production ini adalah tentang usaha Adinda untuk membuat orang tuanya bangga kepadanya. Hal itu dikarenakan Adinda menganggap bahwa dirinya hanya menyusahkan dan tidak berbakat, kecuali mengaji.

Cara yang ditempuh Adinda dalam membanggakan orang tuanya adalah dengan cara mendaftar dan ikut lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Lantunan ayat suci yang indah

Saya terkesan dan merinding mendengarkan suara Adinda dalam membacakan ayat-ayat suci Al-quran. Sayangnya, tidak banyak yang dibaca olehnya. Selain itu, sedikit sekali adegan orang lain membaca Al-quran pada saat lomba sehingga kesan kompetisinya kurang kental dan seakan-akan bisa dimenangkan oleh Adinda dengan mudah.

Persahabatan

Semangat persahabatan di film ini yang sangat kental. Saling bantu dan mendukung satu-sama lain. Selain itu, candaan khas seorang sahabat yang ditampilkan pada film ini juga sangat seru. Lama tidak melihat film yang menampilkan adegan persahabatan positif, bukan sekadar keakraban yang ditunjukkan dalam hinaan dan kekerasan.

***

Puas banget setelah nonton Ayat-Ayat Adinda. Ingin rasanya punya anak perempuan seperti dirinya, pintar baca Al-quran, manis, energik dan kritis.

Sayangnya ada beberapa hal yang menganjal dan membuat saya bertanya-tanya. Apa alasan keluarga Adinda dianggap sesat oleh warga, dan perbuatan tidak terpuji Adinda yang dilakukannya sebelum lomba dimulai.

Terlepas dari kekurangannya, secara keseluruhan film ini sangat inspiratif, khususnya bagi orang tua yang ingin anaknya bisa baca Al-quran dengan indah dan fasih.

"Orang tua harus bisa mencontohkan ke anak cara baca Al-quran yang benar. Bukan cuma nyuruh aja! Setidaknya mau belajar untuk mencontohkan semangatnya jika memang orang tua belum lancar dalam membaca kitab suci umat Islam itu."

Sudahkah baca Al-quran hari ini?

Skor 7/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar