Jumat, 22 Mei 2015

Review Doea Tanda Cinta - Tetap Kocak dalam Tema Militer


Kesan pertama ketika melihat video promosinya saat saya sedang nonton Mad Max: Fury Road. Waktu itu saya menganggap bahwa Doea Tanda Cinta akan banyak menampilkan aksi pertarungan, pertempuran dan suasana kaku militer. Namun nyatanya ketika kemarin saya menonton film arahan Rick Soerafani ini menyuguhkan banyak adegan yang tidak saya duga sebelumnya.

Berkisah tentang kehidupan Bagus (Fedi Nuril), seorang anak miskin yang bekerja di laundry; dan Mahesa (Rendy Kjaernett), seorang anak tentara yang hidup berkecukupan tapi memiliki sifat yang ngeblangsak; film yang diproduksi oleh Inkopad atas kerjasama dengan Benoa dan Sinema Delapan ini juga diramaikan dengan ikut bermainnya aktris cantik Tika Bravani sebagai Laras, wanita yang menjadi rebutan kedua taruna itu.

Dikemas kocak

Awal film, ketika dalam masa akademi militer (Akmil), ada banyak adegan kocak yang disuguhkan.pada film yang diproduseri oleh Alfani Wiryawan ini. Sungguh tidak disangka sebelumnya kalau film bertema militer ini bisa sekocak itu.

Meski demikian, ketika masuk dalam adegan serius semisal latihan dan misi penyelamatan, anda akan dibawa ke dalam suasana penuh aksi yang seru dan menegangkan.

Strategi militer yang direncanakan untuk sukses ya misi pun begitu matang. Ketegasan para tentara dalam berucap dan memutuskan sesuatu patut diacungi jempol. Ini yang saya harapkan dari film yang semakin mantap dengan hadirnya aktor Rizky Hanggono sebagai Bramantio, kakak asuh taruna Bagus dan Mahesa, sekaligus saudara dari Laras.

Semangat menggapai cita

Meski bertema militer, film ini juga merupakan drama percintaan yang cukup rumit. Hanya saja sebagai dua orang sahabat, Bagus dan Mahesa tidak begitu menampilkan persaingan layaknya sinetron yang berkisah tentang cinta segitiga.

Bagus lebih kalem dan mengalah demi temannya. Drama percintaan dan konflik batin tidak begitu terasa. Jika dilihat dari drama yang seharusnya rumit, film ini tidak menampilkan hal itu. Doea Tanda Cinta hanya menampilkan usaha satu orang untuk mewujudkan cita dan cintanya.

Walaupun seperti itu, hal yang perlu dicontoh adalah semangat untuk menggapai cita, kerja keras dan konsisten.

***

Doea Tanda Cinta merupakan film seru, kocak dan penuh inspirasi, serta menunjukkan sedikit bocoran kepada penonton tentang kehidupan para taruna dalam pendidikannya di Akmil. Selain itu, film ini semakin keren dengan penggunaan alat militer asli seperti helikopter, pesawat penerjun, senapan dan beberapa lainnya.

Saya mengacungkan jempol untuk akting Fedi Nuril, santai dan mampu membawa sosok seorang Bagus menjadi taruna yang hebat tapi tetap kocak; dan Rendy Kjaernett, tanpanya Doea Tanda Cinta tidak akan pernah gereget seperti ini.

Melalui artikel ini, saya menyatakan semakin salut dengan tentara Republik Indonesia.

Secara keseluruhan, saya menilai film ini merupakan tontonan yang wajib disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, khususnya anda yang berencana untuk menempuh pendidikan di Akmil.

Skor 8/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar