Sabtu, 21 Maret 2015

Review Petualangan Singa Pemberani Magilika


Paddle Pop kembali bertualang! Kali ini dalam film animasi Petualangan Singa Pemberani Magilika setelah ia berjumpa dengan Putri Bintang yang secara mendadak menunjuknya sebagai sosok terpilih  yang mampu menyelamatkan dunia.

Film animasi fabel yang disutradarai oleh Alvin Chung, Jerry Yu Ching dan Nickson Fong ini berkisah tentang dunia yang terancam diselimuti kegelapan selamanya akibat ulah dari ketiga penyihir dari Shadow Master dan kembalinya Kristal Bulan yang digunakan untuk menyebabkan gerhana matahari.

Dalam rangka mengatasi gerhana itu Paddle Pop (Giring Nidji), Liona (Rachel Amanda) dan kawan-kawan harus mampu mencari Kristal Matahari dan menggunakannya untuk menghancurkan Kristal Bulan.

Hanya saja, mereka harus berlomba dengan para penyihir dari Shadow Master yang ingin menghancurkan Kristal Matahari itu. Apabila Kristal Matahari dihancurkan, maka dunia akan diselimuti kegelapan selamanya.

Animasi keren

Menrut saya, film animasi yang diproduksi oleh Batavia Pictures ini menyuguhkan efek animasi yang halus dan alami. Permainan sudut pandang kamera juga bagus sehingga penampilan dari setiap adegan seperti film sesungguhnya.

Tekstur karakter juga bagus, rambut yang terurai satu persatu disuguhkan dengan detail. Sayangnya, detail itu menjadi kurang karena tidak bergerak dan beberapa tekstur lingkungan kadang kala terlihat kurang begitu bagus. Walaupun secara keseluruhan, lingkungan pada film ini keren banget.

Mayoritas karakter pada film ini kan hewan berbulu tapi bulu-bulu dari tubuhnya itu terlihat rata sehingga kurang menghadirkan kesan hidup dari penampilannya. Jika dibandingkan dengan Monster Inc. kualitas grafis pada karakter terasa kurang.

Namun jika dibandingkan dengan Toy Story pertama (1995), mendekati.

***

Petualangan Singa Pemberani Magilikan ini saya rasa animasi terbaik Indonesia yang saya tonton di bioskop, setidaknya untuk saat ini. Meskipun alur ceritanya dapat ditebak, sampai saya ketiduran beberapa kali saat nonton.

Mengenai penyuaraanpara tokoh, saya memberikan apresiasi kepada para pengisi suara dan pengarah sulih suaranya karena mampu menghadirkan petualangan seru dalam bahasa Indonesia, terutama karakter Burung Hantu dan Sunny (Afikah).

Secara keseluruhan film ini memuaskan. Saya nonton yang format 3D, efek benda-benda terpental ke arah penonton cukup mengejutkan. Ini adalah tontonan yang cocok untuk semua usia, khususnya anak-anak.

Skor 7/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar