Jumat, 13 Februari 2015

Review Kapan Kawin? Jawaban Atas Seluruh Pertanyaan Nyinyir


Kapan Kawin? Mendengar judul film tersebut ketika sedang nonton film sebelumnya di bioskop langsung membuat saya tertarik untuk menyaksikannya, apalagi cuplikan video yang disuguhkan untuk film ini begitu kocak.

Bagi anda yang biasa aktif di jejaring sosial, pertanyaan semacam ini "Kapan kawin?" sudah lumrah diberikan kepada orang-orang yang sudah berumur namun belum memiliki pasangan resmi. Nah, bagi sebagian orang, nikah adalah sesuatu yang sakral dan tidak bisa diburu-buru karena khawatir melakukan kesalahan atau hanya nafsu sesaat yang apabila salah, akan menyesal seumur hidup.

Kapan Kawin? berkisan tentang seorang wanita karir sukses berusia 33 tahun bernama Dinda (Adinia Wirasti) yang dipaksa orang tuanya untuk segera menikah. Hanya saja, hingga seusia itu, ia bahkan belum memiliki pasangan. Tidak ingin menegcewakan orang tuanya, ia pun menyewa aktor jalanan, Satrio atau Rio (Reza Rahadian) untuk pura-pura jadi pasangannya ketika berkunjung ke rumah orang tuanya.

Mungkin, mungkin film ini adalah jawaban dari semua pertanyaan "Kapan kawin?" tersebut, karena film produksi Legacy Pictures ini menyiratkan pesan moral yang bisa menjadi pertimbangan anda untuk tidak lagi menyindir orang lain dengan pertanyaan tersebut.

Kocak abis

Film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap ini menguguhkan kualitas humor yang sangat banyak dan berkualitas. Seluruh penonton di Lotte XXI Bintaro, tempat saya nonton, dibuat ngakak semuanya di sepanjang pertunjukan.

Saya yang biasa masa bodo dengan lawakan pun ikut terbawa suasana dan terbahak-bahak melihat tingkah Reza Rahadian sebagai Satrio dalam penyamarannya sebagai Rio. Disamping itu, ibunya Dinda, Dewi (Ivanka Suwandi); dan bapaknya, Gatot (Adi Kurdi); menyuguhkan akting yang tidak kalah kocaknya.

Di samping para pemeran senior, kelucuan pada film ini pun muncul dari peran pembantu di keluarga bapak Gatot yang mana wajahnya sangat planga-plongo dan perannya absurd banget.

Kelucuan pada film yang diproduseri oleh Robert Ronny ini disuguhkan mulai dari awal pemutarannya.

Semua drama

Ini adalah film drama komedi romantis di mana semua orang di film berpura-ura menjadi seseorang yang bukan dirinya. Namun peran dari para pemeran dalam film ini juga berperan jadi orang lain. Nah, bingung kan?

Jadi semua tokoh dalam Kawin Kontrak? saling berperan untuk membohongi para tokoh lainnya. Dinda membohongi orang tuanya dengan mengaku memiliki kekasih, Satrio berperan sebagai Rio untuk membantu Dinda, dan orang tuanya Dinda juga berpura-pura sakit untuk membuat Dinda pulang ke Jogja.

Kakaknya Dinda (Feby Febiola) dan suami juga berpura-pura mesra di depan orang tuanya sebagai keluarga harmonis dan sempurna, padahal mereka tidak seperti itu adanya. Bahkan anaknya saja... ya sudahlah, nanti spoiler.

Sudahlah drama, tokoh di film juga drama banget.

Moral

Setelah menyaksikan Kapan Kawin?, saya semakin menyadari bahwa terburu-buru dalam memutuskan menikah itu bukanlah tindakan yang bijaksana.

Pesan yang disampaikan dalam peran sebagai Dinda adalah jangan meremehkan kebahagiaan diri sendiri untuk kebahagiaan orang lain (kecuali ada sesuatu yang lebih penting). Karena ada kalanya pengorbanan yang telah dilakukan untuk membahagiakan orang lain tidak diikuti dengan kebahagiaan juga, bahkan bisa berakhir penyesalan dan penderitaan. Pastinya bagi yang berkorban, maupun yang diberi pengorbanan.

Dan bagi orang tua, jangan memaksakan anak dan memburunya dengan pertanyaan Kapan Kawin? terus menerus. Siapa sih yang tidak ingin bahagian dengan menikahi orang yang dicinta? Nggak ada kali. Hanya saja, mungkin mereka belum menemukan yang pas di hati sehingga tidak memaksakan diri untuk melakukan acara yang sakral tersebut.

Jangan ada pemaksaan, jangan berbngong, khususnya kepada diri sendiri.

Kekurangan

Saya akui bahwa film ini sangat bagus, saya pun puas banget setelah nonton film ini. Bahkan ada penonton, cewek-cewek nonton beramai-ramain dengan temannya sampai berterima kasih karena sudah diajak nonton film Kapan Kawin? ini.

"Tengkyu (terima kasih) banget iya udah ngajak gue nonton film ini. Kocak banget asli," ujarnya kepada temannya.

Hanya saja, cerita pada film ini klise banget. Ya sudahlah, namanya juga film komedi. Jadi tidak ada batasan wajar atau tidak. Namun untuk waniat secantik Adinia Wirasi, nampaknya tidak akan sulit untuk mencari pria yang ingin menikahinya. Hmm, saya rasa sih ia terlalu sempurna untuk berperan sebagai jomblo berusia 33 tahun.

***

Demikianlah ulasan saya untuk film berdurasi hampir 120 menit ini.

Secara keseluruhan, Kapan Kawin? merupakan film komedi romantis yang sangat direkomendasikan untuk anda saksikan. Mengingat beberapa hari lagi 14 Februari (You know what I mean?) tidak ada salahnya untuk ngajak pasangan anda nonton film ini.

Skor 8/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar