Kamis, 19 Februari 2015

Review CJR The Movie, Terus Berkarya demi Comate


Sebenarnya saya ingin nonton film ini kemarin, tapi karena ada Shaun the Sheep Movie, jadi saya urungkan niat untuk hari itu dan nonton CJR The Movie ini di keesokan harinya.

Namun pilihan itu nampaknya keliru karena ketika 19 Februari saya pergi ke bioskop —bertepatan dengan tanggal merah— saya harus antri dulu karena pertunjukan CJR The Movie penuh, full, solf out, dan terpaksa nunggu untuk jadwal selanjutnya.

Saat saya membei tiket untuk pertunjukan berikutnya pun, posisi duduk yang saya dapat sudah di tengah, agak ke depan. Ternyata tiket nonton CJR The Movie di XXI Lotte Bintaro, bioskop langganan saya, diborong habis oleh para Comate (julukan untuk penggemar CJR).

Aduuuh, nunggu 2 jam hingga pertunjukan dimulai, saya putuskan untuk keliling-keliling dulu dan berakhir makan di Lotteria (ulasannya menyusul).

Akting natural

Pemeran pada film yang diproduksi oleh Falcon Pictures ini adalah para personil dari CJR sendiri, sehingga mereka berperan sebagai diri mereka sendiri yaitu Iqbal, Aldi, dan Kiki. Walaupun sebagai diri sendiri tapi akting yang mereka tambilkan sangat naturan, tidak kaku.

Yah, mungkin karena jam terbang mereka manggung, tampil dan menghibur para penggemarnya baik on air maupun off air juga sudah banyak sehingga mereka sudah tidak kaget atau asing dengan yang namanya kamera.

Terlepas dari akting para pemeran CJR, dukungan dari para pemain lain juga patut diacungi jempol. Abimana Aryasatya sebagai Patrick menjadi pemeran pendukung yang sangat utama, perannya adalah sebagai pengurus dan motivator untuk CJR.

Selain itu juga Arie Kiting sebagai Jimmy. Nah, perannya di sini tidak begitu penting tapi dengan akting kampungannya itulah film ini jadi begitu hidup dan ceria. Sebagai stand up comedian, ia sukes mempuat para penonton tertawa. Namun tidak demikiandengan teman comedian-nya, Ernest Prakasa, yang hanya mendapatkan porsi tampil sangat sedikit.

Terakhir adalah Rio Dewanto, saya merasa perannya sebagai D-Doc cukup keren, walaupun nggak keren-keren banget. Saya beranggapan logatnya itu sangat dibuat-buat, sok Inggris British, padalah pada awal kemunculannya ia menunjukkan kemampuanya dalam berbahasa Indonesia.

Terlepas dari lebih dan kurang, secara keseluruhan saya sangat menikmati peran naturan dari para pemain.

Kejar impian

CJR The Movie ini berkisah tentang boyband yang kehilangan satu personilnya, dari empat orang menajadi tinggal tiga. Tapi tidak disebutkan siapa personil yang satu lagi atau alasannya keluar dari boyband tersebut.

Agar boyband itu bisa terus eksis, semakin baik dan tetap segar di mata para penggemarnya, maka sang pembimbing, Patrick atau disapa dengan Pat, mengajak mereka ke Australia dalam rangka liburan sekaligus berlatih dengan teman musisinya, D-Doc.

Dari situlah kisah pada film ini dimulai yang mana para personil CJR harus mampu membuktikan kemampuan menyanyinya kepada D-Doc karena mereka dianggap sebagai boyband yang hanya modal tampang.

Akhir dari film ini juga luar biasa menurut saya. Sebagai seorang idola, salah seorang personil CJR mampu melawan rasa sakitnya demi menghibur penggemar.

Film yang disutradarai oleh Patrick Effendy ini juga menampilkan peran penggemar sebagai penyemangat sang idola juga amat sangat penting.

Tetap rendah hati

Banyak pesan moral yang disampaikan pada film yang diproduseri oleh HB Naveen dan Frederika ini, beberapa sudah saya sampaikan, dan yang paling membuat saya kagum pada CJR The Movie menampilkan idola yang rendah hati.

Tidak hanya memikirkan popularitas dan keuntungan semata, tapi juga apa yang dapat diberikan oleh mereka terhadap penggemarnya.

Ada adegan yang menurut saya keren yaitu pada saat para personil sholat berjamaah dengan dipimpin yang mana adegan semacam itu sangat jarang sekali ditampilkan dalam film layar lebar selain dari film yang bertema agama.

Kekurangan

Sebagai film yang mengusung tema musik, apalagi para pemerannya adalah boyband sesungguhnya yang banyak memiliki lagu populer, sangat disayangkan tidak banyak lagu CJR yang ditampilkan pada film ini.

***

Saya rasa tidak heran hingga saat ini CJR memiliki banyak penggemar, khususnya remaja perempuan. Selain bertalenda, mereka juga terlihat rendah hati sebagai seorang yang berada dipuncak. Setidaknya itulah yang saya ketahui.

Ini serius, ketika berada daam theater, hampir semua penonton CJR The Movie adalah remaja perempuan, mungkin 95%. Dan sangat terlihat sekali dari penampilan mereka ketika ingin masuk ke theater di mana remaja perempuan bergerombol dengan dandanan seadanya, maka itulah Comate.

Secara keseluruhan, saya menilain film ini inspiratif dan menyegarkan. Cocok bagi anda yang menggemari CJR, maupun yang tidak begitu mengenal boyband tersebut, karena alur ceritanya bagus, inspiratif, dan kocak, khususnya Arie Kiting dan Joe Project P.

Skor 8/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar