Sabtu, 31 Januari 2015

Review Wild Card, Keberuntungan yang Tidak Masuk Akal


Sesekali nonton film luar negeri di bioskop. Saya tertarik nonton film ini karena alasan yaitu aktor utamanya Jason Statham dan sutradaranya Simon West, sutradara yang sama untuk film The Expendables 2.

Wild Card berkisah tentang seorang tukang pukul bayaran bernama Nick Wild (Jason Statham) yang mana ia terjerumus ke dalam masalah yang amat sangat besar setelah membantu teman wanitanya, Holly (Dominik Garcia-Lorido), yang diperkosa oleh bos mafia yang kejam dan dibuang begitu saja di depan rumah sakit.

Masalah semakin besar ketika ia dan temanya itu mengambil uang dari laci mafia tersebut setelah menyelesaikan aksinya.

Alur cerita datar

Akting Statham pada film ini seperti aktingnya pada film lain yang ia bintangi. Pendiam, tidak basa-basi, dan menggunakan benda sekitar untuk menghabisi lawannya. Saya tidak banyak komentar untuk hal ini, karena memang itu gayanya.

Pemeran antagonis pada film ini, Danny DeMarco (Milo Vertimiglia), kurang sadis dalam menunjukkan dirinya sebagai bos mafia yang kaya raya. Malah saya menilai, ia hanya seorang anak manja berpistol yang dikelilingi oleh para tukang pukul berbadan besar.

Dipandang dari ceritanya, film ini sungguh-sungguh datar. Mungkin semuanya berjalan sesuai dengan harapan penonton sehingga sepanjang pemutaran film rasa geregetnya sangat kurang. Padahal ini film aksi.

Di samping itu, film ini berakhir dengan sangat damai. Tiba-tiba selesai begitu saja. Tidak meninggalkan kesan sama sekali.

Kurang aksi

Aksi pertarungan yang disuguhkan juga sangat seru dan membuat penonton, khususnya saya merasa, wow banget terhadap film ini. Namun sayangnya, tidak banyak pertarungan yang disuguhkan. Sungguh amat disayangkan.

Ketika memilih film ini, saya sangat berharap banyak bahwa film yang diproduksi oleh Lionsgate ini akan menyuguhkan banyak adegan perkelahian. Namun sayangnya, saya harus kecewa karena film ini lebih banyak menampilkan drama dan adegan tidak penting.

Mana berantemnya?

Saya bisa mengitung dengan jari adegan perkelahian pada film ini, dan salah satunya adalah rekayasa dari Nick untuk menyukseskan klien yang sedang menarik perhatian wanita.

Selain itu, para penjahat yang ingin menghabisi Nick tampak begitu lemah dan kurang perlawanan.

Keberuntungan tak masuk akal

Hanya merasa bahwa keberuntungannya sedang bagus, lalu keberuntungan itu membuat Nick menang berturut-turut di meja judi. Wah, ini sih nggak bener. Tapi pada adegan ia main judi itu, saya terbawa suasana juga sih, ingin ia menang terus agar bandar judinya bangkrut. Walaupun akhirnya agak mengecewakan dan bikin gereget.

Pesan moral

Saya tidak mendukung perjudian sama sekali, namun keinginan saya agar Nick menang memang tidak dapat dipungkiri.

Pesan moral pada film ini adalah dunia gemerlap tidak akan membuat hidup kita bahagia. Hal itu hanya sementara dan palsu. Menang di meja judi hanya akan membuat pemainnya ketagihan dan kekalahan membuat pejudi penasaran dan terus mencoba.

Pihak yang diuntungkan hanyalah bandar, penyelenggaranya. Dan uang dari judi itu "panas" dan tidak berkah. Walaupun banyak, tidak akan cukup untuk pemenangnya puas dan terus merasa kurang.

Apabila perjudian terus berlanjut. Tidak menutup kemungkinan, bahkan pasti. Akan membuat pemainnya bangkrut bahkan terjerumus ke lembah hutang yang tak dapat dilunasi.

Jangan masuk atau berfikir untuk terlibat ke dalam dunia "hitam".

***

Demikianlah ulasan saya mengenai Wild Card.

Secara keseluruhan sih saya agak kecewa dengan film ini, tapi yak, tetap ada bagian-bagian yang berkesan, kocak, keren, dan seru.

Skor 6/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar