Jumat, 23 Januari 2015

Review Kacaunya Dunia Persilatan, Siap Ngakak 90 Menit


Agar keseruan nonton film layar lebar bisa lebih maksimal, sebaiknya memang tidak banyak mengetahui terlalu banyak sinopsis dari film itu sendiri. Seperti yang saya lakukan pada film berjudul Kacaunya Dunia Persilatan ini.

Saya baru mengetahui keberadaan film produksi SAS Films ini minggu lalu, yang mana saya mengetahui tanggal penayangannya, 22 Januari 2015, dari salah satu blog film. Ketika melihat para aktor lawak kawakan main dalam film bergenre komedi ini, saya pun langsung memasukkan film tersebut ke dalam daftar nonton selanjutnya.

Hasilnya, ketika hari pertama film yang disutradarai Hilman Mutasi ini rilis, saya langsung capcus ke bioskop selepas jam kantor usai. Dan memang keputusan untuk menonton film ini tidak salah sama sekali.

Penamaan aneh-aneh

Belum apa-apa saja, mengetahui nama dari setiap pendekar saja sudah cukup lucu. Misal, Si Buta dari gua hantu diubah jadi Si Buta dari gua buat elu, Wiro Sableng jadi Wiro Sobling, Panji Tengkorak jadi Paci Tengkorak, Samurai jari Samurat hingga nama perguruannya, Perguruan Kera Mas (baca: Keramas) yang maksudnya adalah Kera Emas.

Tentu saja penamaan itu ada makdus dibelakangnya yang mana alasan dari nama itu juga ditampilkan dalam bentuk biodata singkat saat pertama kali pendekar itu muncul. Contoh, alasah diberinama Wiro Sobling karena pendekar itu suka dengan perhiasan dan bling-bling, Panci Tengkorak karena ia jualan panci, dan Samurat karena asam uratnya tinggi.

Akting kocak

Film ini berdurasi sekitar 90 menit, dan sejak awal pemutara pita filmnya, saya dan para penonton lain di bioskop merasakan kekocakan dari setiap adegan yang disuguhkan. Tidak ada adegan serius sama sekali.

Bahkah Darius Sinatria sebagai Broma Membara (Mas Bro) yang biasanya berakting kaku dan serius, pada film ini mampu berperan "menjijikkan" dan lucu banget. Tetap kaku, tapi kakunya itu dibuat-buat dan nggak jelas banget, mantap deh om Darius.

Akting kocak selanjutnya datang dari Tora Sudiro sebagai Si Buta Dari Gua Buat Elu dan Aming sebagai Siluman Antik atau Si Lucu Manis Anak Tikungan. Saya tidak meragukan kemampuan mereka untuk ngelawak, sudah terbukti dalam berbagai acara televisi, khususnya Extravaganza dulu.

Hanya saja, ada beberapa akting kocak yang rasanya alami banget. Joe Project P sebagai Datuk Berdahak. Pelawak senior dari grup Project P ini berakting dengan sangat alami, mungkin jiwanya sudah termakan oleh lawak, jadi peran apapun yang dikerjakan, pasti lucu.

Namun, ada satu peran yang lumayan serius sih. Vicky Monica sebagai Mantrili, pendekar ini yang paling jarang ngelawak, tapi sesekali ada juga lawakan yang disuguhkan olehnya.

Animasi kartun dan 3D

Opening-nya, penceritaan latar belakang dunia persilatan dan alasan senjata pusaka dari Perguruan Kera Mas hilang disuguhkan dalam animasi kartun. gambarnya lumayan, ala komik Indonesia, bukan bergaya manga atau komik Amerika.

Selain itu, adegan perkelahian antara perguruan silat golongan putih lawan perguruan golongan hitam disuguhkan dalam format 3D. Walaupun tidak bagus-bagus banget dan terlihat kaku, namun dalam suguhan genre komedi seperti ini, hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri.

Animasinya keren!

Ending-nya "dafuq" banget

Pada akhirnya, setelah begitu sengit kekacauan yang terjadi akibat hilangnya senjata pusaka, ternyata pedang itu hilang karena alasan yang super amat sangat absurd. Cuma tepok jidat yang bisa menggambarkan kekonyolan hilangnya senjata yang mengacaukan dunia persilatan itu.

Selain itu, kenyataan yang tidak kalah mengagetkan adalah kenyataan dari kedua peran utama pada film layar lebar ini, yakni Mas Bro dan Mantrili. Ternyata mereka hanyalah... ya sudahlah, tonton saja sendiri filmnya dan tepok jidat anda sendiri saat mengetahui ending-nya.

***

Demikianlah ulasan saya untuk film Kacaunya Dunia Persilatan.

Secara keseluruhan, film bergenre komedi ini sangat menghibur. Adegan pertempurannya lumayan, latar belakang lokasinya juga bagus, dan yang terpenting adalah kekocakan yang disuguhkan oleh para tokoh dan situasi.

Ada juga lho adegan yang diadaptasi dari iklan yang populer antara lain Cintailah Produk Indonesia oleh Maspion, Klinik Tong Fang, dan Kuis Indonesia Pintar.

Tidak rugi nonton film ini.

Skor 8/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar