Jumat, 26 Desember 2014

Review Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar, Film dengan Kisah Inspiratif


Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar adalah film garapan MD Entertainment yang diambil dari kisah nyata Merry Riana, motivator wanita yang mendapatkan satu juta dolar pertamanya pada usia 26 tahun.

Film yang dibintangi oleh Chelsea Islan sebagai Merry Riana ini ber-setting pada tahun 1997 yang mana saat itu Indonesia sedang dalam keadaan suram. Kerusuha yang terjadi saat itu memaksa ayah Merry yang diperankan oleh Ferry Salim untuk mengirimnya ke Singapura untuk menyelamatkan diri.

Natural struggle

Akting dari pada pemain sangat meyakinkan, alami dan mengalir. Khususnya saya menaruh perhatian khusus pada Chelsea di mana ia memerankan Merry Riana dengan sangat baik, saat senang, sedih dan putus asa. Walaupun pada beberapa bagian, ada akting yang saya rasa berlebihan.

Sayangnya, penampilan Chelsea di fim ini tidak secantik dan semanis yang saya harapkan. Mugkin itu karena dalam film ini ia dicitrakan sebagai perempuan yang tersesat, susah dan kurang terawat sehingga penampilannya kalah telak oleh Kimberly Rider sebagai Irene, satu-satunya sahabat yang ia temui di Singapura, tampil lebih cantik dan manis dari dirinya.

Drama yang ditampilkan pada film yang mulai diputar di bioskop Indonesia pada 24 Desember 2014 ini sangat bervariasi, naik turun, mulai dari senang, tegang, romantis hingga yang menyentuh. "Walaupun di bibir dapat terseyum, tapi di dalam hati nangis-nangis bombay."

Inspiratif

Kisah yang disuguhkan pada Merry Riana: Mimi Sejuta Dolar sangat inspiratif, really. Banyak pesan positif yang dapat dipetik ketika menyaksikan setiap menit dan detiknya antara lain persahabatan, kerja keras, semangat pantang menyerah dan bangkit setelah keterpurukan hingga tetap menjadi pribadi anggun walau dalam keadaan terpuruk.

Selain itu, beberapa pesan moral yang dapat dipetik dari film yang juga dibintangi oleh Dion Wiyoko sebagai Alva, penjamin Merry saat ia kuliah di Singapura, ini adalah jangan mudah percaya dengan janji manis, tidak lupa diri saat berada di atas angin dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan walaupun kita merasa benar.

Musiknya kurang

Hal yang saya rasa kurang hanya musik latarnya. Instrumentalnya kurang menghidupkan suasana. Untuglah kekurangan tersebut terbantu oleh lirik yang bagus dan inspiratif. Sesuai dengan adegan yang berlangsung.

Namun ada satu adegan yang membuat saya bertanya-tanya. Apa benar adegan Merry yang mendapatkan cincin dari ibu pengamen itu benar-benar terinspirasi dari kisah nyata? Nampaknya kemungkinannya kecil banget. Tapi keren sih kalau adegan itu benar terjadi dalam kehidupannya.

***

Secara keseluruhan film ini gokil, keren dan inspiratif banget. Ada banyak pelajaran yang dapat anda petik dari kisahnya. Tidak rugi saya mengesampingkan The Hobbit: The Battle of the Five Armies dan Exodus: Gods and Kings demi menonton film ini.

Skor 8/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar